Selasa, 7 Oktober 2008

Puisi - SAAT MENINGGALKAN PELABUHAN


Saat meninggalkan pelabuhan ramadhan
ada mendung berarak di langit nurani
sayup mengenang daun-daun hari
yang berguguran di kebun amal
menimbun di halaman hayat

Masihkah ada ruang pelayaran diri
menemui pangkalan buat mengabdi
lagi duabelas purnama
yang serasa lama, dan lara

Tuhan
izinkan sedikit ruang
buat hamba berkelana
tabah menempuh kabut
tegar merempuh ribut
mengharap kesempatan
berlabuh lagi.

- KanvasKarya, 1429H

6 ulasan:

ku tak sempurna berkata...

moga dapat bertemu lagi Ramadhan pada tahun akan datang... :D

Amal @ PriaPrai @ Chulan Chin berkata...

ya dik KTS, smga DIA mberi ksempatan utk kita btemu & btamu lagi.. :)

ryann berkata...

meninggalkan ramadan dengan tidak sempurna rasa terkilan teramat

Amal @ PriaPrai @ Chulan Chin berkata...

benar dik ryann..
abg am jg tk tlepas dr rasa tkilan atas klemahan & kekurangan diri..
smga DIA mengampuni sgala..

Abdul Hadi berkata...

salam syawal 12
akhi amal,

yang singgah itu
telah berlalu
dengan syahdu
kita di dermaga
menghitung gelung
gelombang alun
pantai tahun

kita buih cemar
bukan camar
tetapi merintih doa
sabar beristighfar!

Amal @ PriaPrai @ Chulan Chin berkata...

Kanda Hadi,
'Sejambak terima kasih' - atas nukilan puisi yg cantik susunan kalimatnya, serta menarik jua mendalam mesejnya.
'Segugus doa' - semoga kesihatan kanda kian baik hendaknya. amiin.